FISHBONE DIAGRAM / CAUSE EFFECT DIAGRAM

Diperkenalkan oleh Kaoru Ishikawa yang termasuk dalam Quality Circle dimana Fish Bone diagram juga sering disebut Ishikawa Diagram. Digunakan dengan metode 6M’s (Measurement, Machines, Manpower, Methods, Materials & EnvironMent).

Kapan Fishbone di perlukan ?

  1. Ketika untuk mempelajari masalah / issue untuk menentukan akar penyebab?
  2. Ketika ingin mempelajari semua kemungkinan dan alasan mengapa proses mulai mengalami kesulitan, masalah, atau kerusakan?
  3. Ketika perlu untuk mengidentifikasi daerah-daerah untuk pengumpulan data?
  4. Ketika ingin mempelajari mengapa proses tidak bekerja baik atau memproduksi hasil yang diinginkan?

Kelebihan Fishbone diagram:

Dapat menjabarkan setiap masalah yang terjadi dan setiap orang yang terlibat di dalamnya dapat menyumbangkan saran yang mungkin menjadi penyebab masalah tersebut.

Kekurangan Fishbone diagram:

Ini adalah opinion based on tool dan di design membatasi kemampuan tim / pengguna secara visual dalam  menjabarkan masalah yang mengunakan metode “level why” yang dalam, kecuali bila kertas yang digunakan benar – benar besar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Serta biasanya voting digunakan untuk memilih penyebab yang paling mungkin yang terdaftar pada diagram tersebut.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Tentang amir.hamzah

seorang suami yang mencintai anak dan istrinya.
Pos ini dipublikasikan di HR MANAGEMENT dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s